Permainan Pokemon Go dilarang dimainkan di Arab Saudi / FOTO: hd4wallpapers
Entertainment-Bagus: Demam permainan
Pokemon Go sedang gandrung di kota-kota besar Indonesia. Ini adalah aplikasi di
smartphone yang mengharuskan pemainnya, berburu Pokemon yang mereka temui di
berbagai lokasi atau rute jalan yang mereka lewati.
Ada sebagian orang mengangap, pemainan ini berbahaya karena membuat fokus sang
gamers hilang, sebab
ia akan lebih memperhatikan ponsel pintarnya ketimbang jalanan,
sehingga rentan terjadi kecelakan baik dalam skala kecil maupun besar.
Ironisnya, beberapa waktu lalu permainan ini sempat dikabarkan
menghilangkan nyawa seorang gamers, karena ia terlalu asik bermain Pokemon Go
sambil mengendarai mobil.
Di Indonesia sendiri, banyak pejabat
negara dan pemimpin instansi pemerintah mulai meminta agar Pokemon Go tidak dimainkan, karena dianggap lebih
banyak mudarat ketimbang hal baik yang bisa diambil dari sana.
Buat Anda yang masih awam dengan apa itu Pokemon, ini adalah cerita tentang dunia para monster, yang bertarung karena mereka berdiri di antara dua sisi berlawanan, kebaikan dan kejahatan.
Monster yang berhasil kita kalahkan, nanti akan bisa
dimasukkan ke dalam bola pengunci bernama Pokeball. Nah,
bola-bola kecil ini kemudian bisa
dimasukkan ke dalam kantong atau pocket karakter manusia yang memiliki Pokemon,
sehingga ia disebut Pocket Monsters alias Pokemon.
Namun,
ternyata bukan hanya di Indonesia Pokeman mendapat penolakan. Dikutip dari Screenrant,
Arab Saudi malah sampai mengeluarkan fatwa yang melarang apapun yang berhubungan
dengan serial film kartun asal Jepang itu beredar.
Hal itu awalnya terjadi karena salah interpretasi, bahwa kata Pokemon
diartikan sebagai salah satu propaganda Zionist dan premis dari permainan itu,
terkait dengan perjudian, sesuatu yang tidak baik untuk dilakukan anak-anak.
Meski fatwa itu
dikeluarkan pada 2001, namun ternyata imbasnya tetap terjadi hingga saat ini. Beberapa hari lalu, negara itu baru saja mengeluarkan fatwa bahwa permainan Pokemon Go dilarang.
Menurut mereka, Pokemon tidak sejalan dengan hukum Islam, karena permainan
ini mengarah pada teori evolusi alam. Sebab dalam game itu, sang gamers memang bisa berevolusi membuat monster yang telah mereka taklukkan, menjadi lebih besar atau lebih kuat.
Sementara itu, Mehmet Bayraktutar, tokoh agama di Turki menyarankan permainan
ini dilarang, karena lokasi perburuan dan pertarungan monster dalam aplikasi itu
bahkan terjadi di area masjid. Sebuah tempat ibadah yang sangat dihormati
dan suci dalam agama Islam.
Terlepas dari berbagai kontroversi
dilarangkan permainan Pokemon Go, hal
ini tetap merupakan fenomena. Karena setelah lewat satu dekade sejak film kartunnya
berlalu, ternyata karakter Pokemon tetap saja disukai orang, dan aplikasi
smartphone-nya banyak yang
memainkan.
Kini setelah permainan Pokemon
Go booming, berbagai gimmick berbau Pokemon kembali laris manis
untuk dijual. Baik itu berbentuk kartu, mainan anak-anak, dan video game.
|